ASSALAMUALAIKUM.. WELCOME ESQUIRE VISITOR IN MY SIMPLE BLOG, DON'T UNWILLING TO CONDUCT POSTING, POUR ALL THAT YOU KNOW & YOU HAVE. WISH FOR GOOD LUCK.
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Aku sayang Ibu
Bahagiakah Ibumu?

Assl.Wr.Wb.

Semoga sahabat semua sehat wal 'afiat dan selalu berada dalam lindungan Alloh swt.
Sahabat yang budiman, pertanyaan judul diatas mungkin terasa berat ~ bukan? Bukan karena kita tak bisa membuat ibu kita bahagia. Tetapi lebih dari itu, kita tak akan pernah bisa membayar semua tetes air susu, keringat, darah, air mata, waktu dan tenaga ibu saat mengandung, melahirkan membesarkan kita.

Sahabat yang budiman, Rasululloh Saw menyebut “ibumu” hingga 3 kali, saat menjawab pertanyaan dari seorang sahabat tentang “siapakah di dunia ini yang harus dihormatinya”. Peran seorang ibu dalam membentuk kepribadian anak, sangatlah besar. Bahkan lebih besar dari peran dan figure seorang ayah. Tak berlebihan jika kemudian muncul ungkapan bahwa “syurga berada dibawah telapak kaki ibu”.

Sahabat yang budiman, kebahagian ibu tidak bisa diukur dari seberapa banyak kita memberikan hadiah, atau seberapa sering kita mengajaknya berjalan-jalan, atau seberapa sering kita berbincang dengannya. Kebahagiaan ibu ~ boleh jadi bisa didapatkan dengan hanya menyaksikan kita tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkannya. Kebahagian ibu ~ paling tidak ~ bisa kita persembahkan kepadanya dengan menjadikan diri sebagai anak yang sholeh dan sholehah. Anak yang berbakti kepada kedua orang tua, nusa bangsa dan agama. Seorang anak dengan doa yang tulus kita panjatkan ~ bisa menjauhkan mereka dari siksa kubur dan api neraka. Semoga bermanfaat dan membuka mata hati kita dan semoga kita semua termasuk kaum yang bisa membahagiakan ibu kita.


 ===========================

 Kemuliaan Taat kepada Ibu

Assl.Wr.Wb.

Suatu saat Rasululloh Saw bercerita kepada para sahabat, “sungguh, kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. Dia memiliki seoarang ibu dan dia sangat berbakti kepadanya. Sehingga, kalau dia mau berdoa kepada Alloh, pasti Alloh mengabulkan doanya. Dia memiliki sedikit bekas penyakit kusta, oleh karena itu perintahkan dia untuk berdoa, niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. [HR Muslim].

Bernama lengkap Uwais Al-Qarni, ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. Setiap hari ia mengembalakan domba milik orang lain. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya hidup bersama ibunya. Bila ada ke;ebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan.
Ia termasuk orang yang taat beribdah, selalu menjalan ajaran yang selalu diajarkan Rasululloh Saw. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasululloh Saw. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasululloh Saw. Tetapi apa daya, ibunya sudah tua renta dan sangat lemah. Ia begitu menyayanginya sehingga tak tega meninggalkannya sendiri.

Semakin hari kerinduan bertemu Rasululloh Saw bertumpuk. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. Suatu hari kerinduan tak tertahan lagi, ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. Mendengar curahan hati anaknya, ibunya terharu, Uwais pun diijinkan menemui Rasululloh Saw.
Namun kerinduan itu tak sempat terobati karena saat ia datang, Rasululloh Saw sedang tidak berada dirumah. Ingin sekali ia menunggu, tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Ia pun memilih untuk mentaati ibunya dan segera berpamitan dengan Aisyah.

Ketika Rasululloh Saw kembali, beliau pun menanyakan mengenai seseorang yang mencarinya. Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. Kemudian Rasululloh Saw mengatakan bahwa Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. Rasululloh Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. Seraya memandang Ali dan Umar beliau mengatakan, “Jika nanti kalian bertemu dangan Uwais mintalah doa dan istigfar darinya”.

Sungguh doa anak yang sholeh dan taat pada orang tuanya dikabulkan Alloh swt.

1.Gambaran tepat antara aku dan ibu?
a.jauh     b.dekat     c.sangat dekat

2.Kapan biasanya menelpon, email atau bertemu langsung dengan ibu?
a.seingatnya saja     b.seminggu sekali atau kurang dari itu     c.dua kali seminggu atau lebih

3.Ketika ibu melakukan sesuatu yang special untuk saya, perasaan saya?
a.biasa saja     b.mengucap terima kasih     c.sangat senang sekali

4.Dibandingakan dengan orang lain, hubungan dengan ibu….
a.sama saja     b.berbeda     c.sangat special

5.Saat menghabiskan akhir pecan bersama ibu, perasaan saya?
a.sama saja dengan berakhir pekan bersama orang lain
b.tak berasa apa-apa karena sudah biasa
c.sangat mengasyikkan dan ingin mengulanginya kembali

6.Menurut saya, ibu adalah….
a.seseorang dengan masalahnya sendiri
b.seseorang yang membanggakanku
c.tempat mencurahkan segala perasaan

7.Saat kangen ibu, saya ingin…
a.makan masakan ibu     b.menelponnya     c.bertemu dan ngobrol dengannya

8.Jika ibu menanyakan sesuatu kepada saya, saya akan…
a.menjawab seperlunya
b.menerangkan yang penting untuk diketahuinya.
c.menjelaskan sampai ibu memahaminya

9.Terhadap perkataan ibu, saya….
a.mendengarkannya     b.memperhatikan     c.memahaminya

10.Ketika ibu lupa melakukan sesuatu, reaksi saya….
a.wajar, memang sudah tua
b.biarkan saja asal tidak membuatnya sedih
c.mengajak bicara dan mengingatkannya

Engkaulah Suami yang Aku Impikan
untuk para Akhwat
Oleh: A. Wafi Muhaimin

dakwatuna.com

Ketika engkau mencintaiku, engkau menghormatiku. Dan ketika engkau membenciku, engkau tidak mendzalimiku.
(Dr. Ramdhan Hafidz)

Aku masih ingat saat malam pertama kita, saat itu engkau mengajakku shalat Isya’ berjamaah. Setelah berdoa engkau kecup keningku lalu berkata: “Dinda, aku ingin engkau menjadi pendampingku Dunia-Akhirat”. Mendengar ucapan itu, akupun menangis terharu. Malam itu engkau menjadi sosok seperti sayyidina Ali yang bersujud semalam suntuk karena bersyukur mendapatkan sosok istri seperti Siti Fatimah. Apakah begitu berharganya aku bagimu sehingga engkau mensyukuri kebersamaan kita? Malam itu, aku tidak bisa mengungkapkan rasa syukurku ini dengan ucapan. Aku hanya bisa mengikutimu, bersujud di atas hamparan sajadah. Tanpa bisa aku bendung, air mata ini tiada hentinya mengalir karena mensyukuri anugerah Allah yang diberikan padaku dalam bentuk dirimu. Akupun berikrar, aku ingin menjadi sosok seperti Siti Fatimah, dan aku akan berusaha menjadi istri sebagaimana yang engkau impikan.

Dan ternyata sujud itu bukan hanya di saat malam pertama, setiap kali aku terbangun pada akhir sepertiga malam, ku lihat engkau sedang bersujud dengan penuh kekhusu’an. Aku kadang iri dengan keshalihanmu, engkau terlena dalam sujudmu sedang aku berbaring di atas kasur yang empuk dengan sejuta mimpi. Kenapa engkau tidak membangunkan aku? Padahal aku ingin bermakmum padamu agar kelak aku tetap menjadi istrimu di surga. Aku hanya merasakan kecupan hangat melengkapi tidur malamku saat engkau terbangun untuk melakukan shalat malam. Apakah kecupan itu sebagai isyarat agar aku terbangun dari tidurku dan melaksanakan shalat berjamaah bersamamu? Atau karena engkau tidak tega membangunkan aku saat engkau melihat begitu pulasnya aku dalam tidurku? Aku yakin, dengan ketaatanmu pada agama, engkau akan membahagiakanku dunia-akhirat. Tidakkah agama kita mengajarkan bagaimana suami harus menyayangi istri, membuatnya bahagia, melindungi dan membuatnya tersenyum. Dan sebaliknya, istri harus berbakti, melayani dan membuat suaminya terpesona padanya.

Aku tidak peduli siapakah engkau, miskin dan kaya tidak ada bedanya bagiku. Aku hanya tertarik pada sosokmu yang bersahaja dan sederhana. Raut wajahmu yang penuh dengan keikhlasan membuatku ingin selalu menatapnya. Lembutnya sifatmu membuatku yakin bahwa engkau adalah suami yang bisa menerima segala pemberian Tuhan dan akan menyayangiku apa adanya. Aku tidak peduli dengan rumah mungil dan sederhana yang engkau persembahkan untuk kita tempati bersama. Rumah yang hanya terdiri dari ruang tamu, kamar kita, dan satu ruangan yang berisi buku-buku terutama buku agama. Namun dari rumah yang mungil ini, aku melihat taman surgawi menjelma di sini. Aku yakin engkau adalah sosok suami yang tekun belajar dan memahami agama, dan dengan bekal ini aku yakin engkau bisa membimbingku untuk meraih surga ilahi. Sebagaimana agama kita telah mengisyaratkan bahwa, barang siapa berjalan dijalan ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan menuju ke surga.

Saat kulihat engkau begitu berbakti kepada kedua orang tuamu dan senang menjalin silaturahim, aku yakin engkau akan berlaku baik pada anak-istrimu. Aku lihat engkau jarang sekali berbicara, tapi masya Allah kalau sedang bekerja, engkau menjadi sosok yang tekun dan ulet. Dan dari cara tutur katamu, aku mendengar kata-kata mutiara yang penuh hikmah, sehingga yang tergambar dalam pikiranku adalah sosok Lukmanul Hakim, sosok suami dan ayah yang selalu mendidik keluarganya, mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah.

Sungguh aku bangga mempunyai suami sepertimu melebihi kebanggaanmu padaku. Aku lebih membutuhkanmu jauh melebihi kebutuhanmu padaku. Terima kasih suamiku, karena engkau telah membimbingku…

http://www.facebook.com/?page=1&sk=messages&tid=1251617813062

Rahasia besar Iblis, Big secret of Devils
Alasan Iblis TERPAKSA BERTAMU Pada Rosulullah saw.

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”


“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

========================================================

Ternyata Beginilah Cara Iblis Menggoda Kita

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”
                                      

The power of Ikhlas
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kita hingga hari ini, sehingga kita masih diberi kesempatan olehNya untuk bertaubat, untuk menjalin silaturrahim yang sempat terputus, dan untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai. Karena memang hidup hanya satu kali, sedangkan syurga dan neraka adalah pasti dan abadi.

Sholawat dan salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad saw, yang telah berkorban tanpa pamrih, berjuang tanpa harap puji dan gajih, yang telah membantu dunia bangkit dari kegelapan dan kebodohan yang sejati.

KEKUATAN jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan ikhlas, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan dengan perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa menerima dengan apa adanya

Ikhlas adalah melakukan amal, baik perkataan maupun perbuatan ditujukan untuk Alloh semata. Alquran menyuruh kita ikhlas:

"Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang  musyrik." (QS Yunus [10]: 105).

Ikhlas, dapat menyembuhkan dengan cara menyelaraskan tubuh dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati. Ikhlas merupakan bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan keseimbangan antara tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood).

Kalau badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak. Dengan hati yang ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras atau harmonis. Jantung itu pemimpinnya tubuh karena dengan jantung yang selaras maka otak berfungsi maksimal. Kalau jantung atau perasaan kita korslet, otak tidak akan bisa berfungnsi maksimal. Jadi, dengan ikhlas jelas akan membuat tubuh menjadi lebih sehat

Rosulullah saw bersabda :
Barang Siapa yang Bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK Alloh dalam dirinya (Tidak Dzikrulloh), maka Alloh akan menanamkan 4 penyakit.
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya
3. Kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi
4. Khayalan yang tidak berujung
(Hadits Riwayat Imam Thabrani)

Rasul SAW mengingatkan,
"Alloh tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Alloh semata."
(HR Abu Dawud dan Nasa'i).

Imam Ali RA juga berkata, "Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Alloh."

Untuk mencapai dan mewujudkan perasaan ikhlas dalam hati, setiap orang tentu memiliki kemampuan berbeda. Untuk itulah disarankan untuk membiasakan diri berlatih secara bertahap dan rutin.

Tindakan yang dapat dilakukan untuk melatih diri supaya ikhlas, Sering-seringlah berhenti dan bernafas untuk mengistirahatkan pikiran, ingat bahwa sesuatu tidak ada yang kekal dan belajar untuk menerima atau mengikhlaskan diri dari tahap yang paling mudah

1). Sering-seringlah berhenti dan bernafas (rileks) untuk mengistirahatkan pikiran. Manusia seringkali sulit mencapai keikhlasan karena pikirannya jalan terus. Dengan latihan ini, kita juga akan bebas dari ketegangan.

2). Selalu ingat bahwa segala sesuatu selalu akan berubah. Seseorang susah ikhlas karena menilai segalanya bersifat kekal, padahal apa yang tidak kita dapatkan sementara ini pada suatu hari nanti akan berubah. "Tidak ada yang kekal atau tetap, mungkin situasinya yang berubah atau keinginan kita yang berubah. Jadi apa yang kita sukai atau pun kita tak sukai tentu akan berubah

3). Start di titik yang paling mudah. Belajarlah untuk mulai menerima hal-hal yang ringan atau gampang dulu. Untuk bisa merasa ikhlas memang tidak mudah dan terpulang kepada pribadi masing-masing. Tetapi mulailah untuk menerima kenyataan yang paling ringan dulu. Dengan begitu, otot ikhlas kita akan terlatih.

Kendati bersimbah peluh, berkuah keringat, menghabiskan tenaga, menguras pikiran, kalau tidak ikhlas, sebesar apa pun amal, sia-sia di mata Alloh. Maka, sungguh rugi orang yang bertempur, mempertaruhkan nyawa dengan niat ingin disebut pahlawan, atau orang yang sedekah habis-habisan hanya ingin disebut dermawan.

Seorang sufi menuturkan,
"Ikhlas berarti engkau tidak memanggil siapa pun selain Alloh SWT. Untuk menjadi saksi atas perbuatanmu." Ikhlas menjadi benar-benar teramat penting yang akan membuat hidup ini menjadi indah, ringan, dan bermakna.

Ikhlas akan membuat jiwa menjadi independen, merdeka, tidak dibelenggu pengharapan akan pujian. Hati menjadi tenang karena ia tidak diperbudak penantian mendapat penghargaan ataupun imbalan dari makhluk. Penantian adalah hal yang tidak nyaman, menunggu pujian atau imbalan adalah hal yang dapat meresahkan, bahkan bisa mengiris hati bila ternyata yang datang sebaliknya, caci maki. Orang yang tidak ikhlas akan banyak menemui kekecewaan dalam hidup, karena ia banyak berharap pada makhluk yang lemah, ia mengikatkan diri pada tali yang rapuh.

Jabatan tak kan membuat terpesona hati orang yang ikhlas. Ia tidak ujub dengan jabatan setinggi langit, dan tidak minder dengan jabatan yang rendah. Dalam benaknya Alloh menilai bukan dari jabatan, tapi tanggung jawab terhadap amanah dari jabatannya itu. Ia sangat yakin akan janji dan jaminan Alloh yang Mahakaya.

Justru imbalan manusia tiada apa-apanya dibanding imbalan Alloh SWT. Sungguh tak ada risau, tak khawatir ditipu, dikhianati, bila dekat dengan seorang hamba yang ikhlas. Justru sebaliknya, orang akan merasa nyaman karena sikap dan tutur katanya menghargai dan menyejukkan, penuh manfaat, karena orang yang ikhlas perhatiannya fokus memberi yang terbaik untuk Alloh yang selalu menatapnya. Imbasnya akan memberi kebaikan pada orang yang berada di kanan-kirinya.

"Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Alloh dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Alloh. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Alloh akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." (QS An-Nisa [4]: 146).

Kalaupun memang tidak bisa juga ikhlas dengan perasaan kita sendiri, minimal ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas. Jadi, pada tahap paling ringan itulah yang dapat menjadi pintu paling gampang menuju gerbang keikhlasan

SubhanAlloh, adakah yang lebih berharga dari pemberian Alloh?
Maka, nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?

Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2008/06/25/15470767/kekuatan.ikhlas.yang.menyembuhkan
http://sanghati.blogspot.com/2009/09/kekuatan-ikhlas.html
http://abcozenergi.multiply.com/journal/item/28

=# Dengan isi yang telah di rangkum dan diringkas. #=

30 FADILAH SHOLAT TARAWIH
SHOLAT TARAWIH YANG DILAKUKAN PADA MALAM DI SEPANJANG BULAN RAMADHAN MENGANDUNG HIKMAH PADA SETIAP MALAM MENUNAIKANNYA.....

Sabda Rasululloh SAW, "Siapa yang mendirikan sholat Tarawih pada malam hari di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ikhlas, maka Alloh mengampunkan segala dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhori)
Sebagaimana telah kita maklumi bersama, pada bulan Ramadhan, disamping menjalankan ibadah puasa yang diwajibkan, umat Islam juga dianjurkan untuk mengerjakan berbagai ibadah sunnah yang ditawarkan sepanjang bulan yang diberkahi Alloh SWT itu.
Salah satunya adalah sholat sunnah Tarawih. Nah, salah satu fadilah atau kelebihan sohlat ini adalah seperti yang digambarkan Nabi SAW dalam hadist di atas.
Solat Tarawih ini dimulai oleh Nabi Muhammad SAW di masjid Nabawi di Madinnah. Lalu para sahabat mengikutinya. Pada malam berikutnya, Rasululloh SAW mengerjakan lagi sholat Tarawih di masjid, dan para sahabat semakin banyak lagi yang datang untuk mengikutinya. Pada malam yang ketiga, para sahabat yang datang semakin bertambah banyak lagi. Mereka dengan setia menunggu kedatangan Rasululloh SAW di masjid. Tetapi, Rasululloh SAW tidak datang karena beliau mengerjakan sholat Tarawih di rumah.
Esoknya, Nabi SAW bersabda kepada mereka, "Sesungguhnya aku melihat sambutan terhadap sholat Tarawih. Aku tidak hadir pada malam itu hanya karena takut sholat itu diwajibkan atas kamu."
Maksud beliau SAW, jika sholat Tarawih ini difardhukan, tentulah sangat memberatkan umat Islam. Karena itu beliau SAW tidak datang ketika para sahabat ramai berkumpul menunggunya.
Berikut fadhilah sholat Tarawih, seperti yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA dari Rasululloh SAW, dan ini merupakan jawaban beliau SAW ketika ditanya oleh para sahabat mengenai fadhilah dan kelebihan sholat Tarawih.

Malam ke 1, Orang yang melakukan sholat Tarawih pada malam pertama Ramadhan, diampuni dosa-dosa orang yang beriman, sehinnga keadaannya kembali seperti bayi yang baru baru dilahirkan. (Subhanallah)

Malam ke 2, Alloh SWT mengampuni dosa orang-orang beriman yang melaksanakan sholat Tarawih. Begitu juga dosa kedua orang tuanya, sama diampuni.

Malam ke 3, Para malaikat di bawah 'Arsy menyeru kepada manusia yang mengerjakan ibadah sholat Tarawih itu agar meneruskan sholatnya pada malam-malam yang lain. Pada malam ketiga ini para malaikat tersebut memanjatkan doa' agar mereka (yang melakukan sholat Tarawih) diampuni Alloh SWT segala dosanya.

Malam ke 4, Orang-orang yang melaksanakan sholat Tarawih akan memperoleh pahala, sebagaimana pahala yang diperoleh oleh orang-orang yang membaca kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an.

Malam ke 5, Alloh SWT akan menganugerahi pahala seumpama atau seperti pahala orang-orang yang mengerjakan sholat di Masjidil Haram, masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsho di Palestina.

Malam ke 6, Alloh SWT mengkaruniakan kepadanya pahala seumpama pahala malaikat-malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur, serta setiap batu dan tanah berdoa untuk keampunan orang-orang yang melakukan Tarawih pada malam itu.

Malam ke 7, Seolah-olah ia bertemu dengan Nabi Musa as serta menolong Nabi tersebut menentang musuhnya yaitu Fir'aun dan Hamman.

Malam ke 8, Alloh SWT mengkaruniakan pahala kepada mereka yang melakukan sholat Tarawih seperti pahala yang dikaruniakan kepada nabi Ibrahim as.

Malam ke 9, Alloh SWT mengkaruniakan pahala serta menaikkan kualitas ibadah para hambaNya seperti Nabi Muhammad SAW.

Malam ke 10, Alloh SWT mengkaruniakan kepada mereka berupa kebaikan dunia dan akhirat.

Malam ke 11, Jika orang itu meninggal dunia, maka ia dalam keadaan bersih dari dosa, seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.

Malam ke 12, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah yang berseri-seri serta memancarkan cahaya.

Malam ke 13, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan damai sentosa dari berbagai kejahatan dan keburukan.

Malam ke 14, Para Malaikat akan datang untuk menyaksikan mereka sholat Tarawih, serta Alloh SWT tidak akan menyesatkan mereka.

Malam ke 15, Semua malaikat yang bertugas memikul 'Arsy dan Kursi akan bersholawat, serta mendoakannya supaya Alloh SWT mengampuninya.

Malam ke 16, Alloh SWT menuliskan baginya dari kalangan orang-orang yang terlepas dari siksa api Neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

Malam ke 17, Alloh SWT menuliskan baginya pahala pada malam tersebut sebagai pahala para Nabi.

Malam ke 18, Malaikat akan berseru; "Wahai hamba Alloh, sesungguhnya Alloh telah ridho denganmu dan dengan kedua orang tuamu (baik masih hidup ataupun yang telah meninggal dunia)".

Malam ke 19, Alloh SWT meninggikan derajatnya ke dalam Syurga Firdaus.

Malam ke 20, Alloh SWT mengkaruniakan kepadanya pahala, sebanyak pahala orang yang telah mati syahid dan orang-orang yang Sholeh.

Malam ke 21, Alloh SWT akan membangun untuknya sebuah mahligai di syurga yang terbuat dari cahaya.

malam ke 22, ia akan dipelihara dari kepedihan hari kiamat.

Malam ke 23, Alloh SWT akan membuatkan untuknya sebuah kota di dalam syurga yang terbuat dari cahaya.

Malam ke 24, Alloh SWT akan membukakan peluang untuk dua puluh tahun ibadah, bagi orang-orang yang melakukan sholat Tarawih pada malam itu.

Malam ke 25, Alloh SWT akan melepaskannya dari siksa kubur.

Malam ke 26, Alloh SWT akan menganugerahkan pahala sebanyak empat puluh tahun ibadah.

Malam ke 27, Alloh SWT Yang Maha Kuasa akan memberikan kepadanya kemudahan, ketika melintasi jembatan Sirathal Mustaqim, yang terbentang diatas neraka Jahanam. maka ia akan bergerak secepat kilat.

Malam ke 28, Alloh SWT Yang Maha Pemurah akan menaikkan kedudukannya di akhirat hingga seribu derajat.

Malam ke 29, Alloh SWT akan menganugerahkan kepadanya pahala sebanyak seribu orang haji yang mabrur.

Malam ke 30, Alloh SWT memberikan penghormatan kepada orang yang melaksanakan sholat Tarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya: "Wahai hambaKu, makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau inginkan di dalam syurga-Ku, dan mandilah di dalam sungai yang bernama Salsabil, serta minumlah air dari telaga yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad SAW yang bernama telaga Al-Kautsar".

Demikianlah 30 Fadilah dalam sholat Tarawih. Semoga Anda dapat termotivasi untuk dapat menunaikannya.

PUASA

PUASA


Bulan yang penuh rahmah kini sedang ditapaki. Seluruh umat Islam di dunia pun melaksanakan ibadah shaum, yang sejak beratus tahun yang lalu telah dijalani dengan tawadhu oleh seluruh manusia beriman yang hanya mengakui ke-esa-an Alloh.
Secara lahiriah, dengan puasa kita diharapkan dapat mengekang segala hawa nafsu.Yang kasat mata adalah menghentikan kegiatan makan dan minum sejak shubuh hingga maghrib. Padahal tak hanya itu, puasa juga menuntut agar seluruh anggota tubuh, mulai hati, mata, mulut, hidung, telinga dan bahkan tangan dan kaki pun juga melakukan hal yang sama. Dan hikmah yang didapat bagi manusia yang menjalankannya adalah, selain pahala sebagaimana yang telah dijanjikan, tubuh pun akan menjadi sehat!!. (yakin deh..!!)
Sementara jika kita mau mengkaji lebih dalam lagi, di balik puasa, manusia juga dituntut untuk turut merasakan penderitaan yang dialami oleh mereka yang kurang beruntung -- dan puasa akan menyadarkan seseorang yang beruntung untuk selalu bersyukur kepada Yang Maha Hidup, dan dengan ikhlas mendermakan sebagian rezekinya, serta selalu berusaha untuk tetap berada di jalan yang telah diRidhoiNya.
Sejatinya, inilah salah satu bentuk dari sebuah perjalanan spiritual dari seorang anak manusia yang mengaku dirinya sebagai muslim dan mukmin. Agaknya, hal tersebut diatas mengilhami beberapa kalangan untuk selalu melakukan puasa sunah selepas bulan Ramadhan. Selain sehat, mereka juga takut, tanpa sadar akan keluar dari jalan yang telah diRidhoiNya.
Sungguh tak terbayangkan, betapa indahnya jika makna dan filosofi dari puasa ini benar-benar dijalankan di dalam gerak hidup dan kehidupan masyarakat dalam keseharian dan kesederhanaan. Betapa tidak, carut marut kehidupan sudah barang tentu akan terhapus, perekonomian, dan politik pun akan berjalan sesuai dengan hati nurani, sementara jurang pemisah antara si kaya dan si miskin bakal makin mengecil.
Kini sudah saatnya kita berbenah diri. Gunakanlah puasa tahun ini sebagai titik picu untuk berbuat, berkata, dan berpikir yang menuansakanIlahiah, sehingga berbagai hal kotor yang pernah diperbuat di masa lalu tidak terulang lagi.
L. S. ACHMAD - Majalah Misteri.

Marhaban Ya Ramadhan
Ass.wr.wb.

Tahukah Anda apa makna dari gambar di atas ini? mungkin sekilas ini hanyalah gambar seorang anak laki-laki biasa yang berbayang gambarnya. Tapi di balik itu sangat dalam sekali jika kita membayangkan sebuah kehidupan dan kematian dan kehidupan setelah mati.
Saya mau MATI dengan keadaan baik, itu yang saya harapkan, mati ketika sedang mengecap manisnya beribadah menyembah Tuhan yang Esa = Alloh SWT, dengan lembut dan penuh kasih sayang Ruh ini diangkat sedikit demi sedikit.. di beri hembusan angin yang sangat menyejukan seperti angin yang menerpa disaat kita merasakan gerah. Hanya sekedar saling mengingatkan..
TAUBAT
# [Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah]
Taubat yaitu : Keluar dari maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk taat kepada-Nya.
# Taubat sangat dicintai oleh Allah Azza wa Jalla.
"Artinya : Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan Allah mencintai
orang-orang yang mensucikan diri".
# Taubat itu wajib bagi setiap Mukmin.
"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan
sebenar-benar taubat".
# Taubat merupakan penyebab memperoleh kemenangan.
"Artinya : Dan, bertaubatlah kamu kepada Allah semuanya wahai orang-orang yang beriman,
mudah-mudahan kamu memperoleh kemenangan". Dan kemenangan itu adalah mencapai apa yang dimintanya serta selamat dari yang ditakutinya. Taubat Nasuha yaitu Taubat yang Allah akan mengampuni semua dosa dengannya, sebesar dan sebanyak apa pun dosanya ; sebagaimana firman Allah.
"Artinya : Katakanlah ; 'Hai hamba-hambaku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni lagi Maha Penyayang" [Az-Zumar : 53]
# Janganlah berputus asa dari rahmat Allah wahai saudaraku yang banyak berbuat dosa, karena
pintu taubat selalu terbuka hingga matahari terbit dari arah barat. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima
taubat orang-orang yang bebuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah barat". [Hadits Riwayat Muslim].
# Dan berapa banyak orang yang bertaubat dari dosa besar yang tak terhitung jumlahnya, Allah
menerima taubatnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain berserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan ia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh ; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan, Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Al-Furqan : 68-70]

 

WE THANK YOU FOR YOUR VISIT, DON'T UNWILLING TO VISIT RETURN & SHARE INFORMATION, AND DON'T FORGET TO LEAVE MESSAGE OR YOUR COMMENT.