ASSALAMUALAIKUM.. WELCOME ESQUIRE VISITOR IN MY SIMPLE BLOG, DON'T UNWILLING TO CONDUCT POSTING, POUR ALL THAT YOU KNOW & YOU HAVE. WISH FOR GOOD LUCK.
Showing posts with label Belajar. Show all posts
Showing posts with label Belajar. Show all posts

Kepada Anakku: Selamatkan Akhlakmu, 6.Adab Majelis dan Kuliah
Wahai anakku sayang, bila kamu melewati sekelompok orang, ucapakanlah salam kepada mereka dengan ucapan salam yang sesuai dengan sunnah Rosul, yaitu: "Assalaamu`alaikum" (semoga keselamatan dicurahkan pada kalian), dan janganlah engkau memasuki ruangan kecuali setelah meminta izin dan jangan engkau duduk sebelum dipersilahkan.

Bila engkau telah duduk disuatu tempat, kemudian datang orang yang lebih patut menempatinya, maka persilahkanlah dengan sopan untuk menduduki tempat tersebut. Bila semua itu engkau lakukan dengan itikad yang baik dan penuh keikhlasan, maka kemuliaanmu dimata masyarakat akan bertambah.

Janganlah engkau berteman, kecuali dengan orang yang Waro` (dalam tingkatan ilmunya), orang yang mulia, orang yang `iffah (menjaga diri dari sesuatu yang haram) dan yang sempurna akhlaqnya.

Rahasia besar Iblis, Big secret of Devils
Alasan Iblis TERPAKSA BERTAMU Pada Rosulullah saw.

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”


“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

========================================================

Ternyata Beginilah Cara Iblis Menggoda Kita

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”
                                      

Kepada Anakku: Selamatkan Akhlakmu, 5.Hak dan kewajiban terhadap teman
Wahai anakku sayang, ingatlah! engkau telah menjadi seorang pelajar yang menuntut ilmu dan engkau memiliki banyak teman. Mereka adalah saudara dan temanmu dalam pergaulan. Karena itu, jangan engkau menyakiti hati atau berlaku buruk terhadap mereka.
Wahai anakku sayang, bila engkau duduk janganlah engkau persempit tempat bagi temanmu, lapangkanlah tempat sehingga temanmu dapat duduk dengan leluasa.
Hindarilah olehmu kata-kata yang menyinggung dan menghina temanmu, atau menunjukkan wajah sinis karena kurang berkenan atas pertanyaan temanmu itu.

Wahai anakku sayang, Imam Abu Hanifah r.a pada suatu waktu ditanya: "apa sebabnya sehingga engkau mendapat ketinggian ilmu pengetahuan yang luas?", jawab Imam Abu Hanifah: "aku tida malas dalam mengambil manfaat (dengan belajar atau mengajar), dan aku tidak pernah mencegah orang yang ingin belajar dariku".

Wahai anakku sayang, jangan engkau persempit jalan menuntut ilmu bagi teman-temanmu. Bila engkau menghendaki suatu manfaat, temanilah mereka dalam menerima nasehat/ilmu (sekalipun engkau telah paham dan mengerti).

Wahai anakku sayang, jika engkau tinggal bersama dengan temanmu dalam satu asrama, jaga dirimu jangan sampai meresahkan mereka dengan sikap dan perbuatanmu yang dapat menggangu ketenangan mereka dalam beribadah (sholat, belajar, mengajar, istirahat dsb).
Biasakanlah untuk Sholat shubuh berjamaah, bangunkan teman-temanmu dengan dengan lembut dan sopan.

Wahai anakku sayang, bila temanmu membutuhkan pertolonganmu, janganlah engkau merasa berat untuk menolongnya. Jauhkan sikap membanggakan diri, bahwa engkau lebih memiliki kemampuan dan keutamaan dari temanmu.
Wahai anakku sayang, Rosulloh saw telah bersabda: "Orang mukmin terhadap mukmin lainnya itu ibarat suatu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan". (HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi dan Nasai dari Abi Musa Al-Asy'ari).

Kepada Anakku: Selamatkan Akhlakmu, 4.Hak dan kewajiban terhadap kedua orang tua
Wahai anakku sayang, ketika engkau merasa berat dalam berbakti pada ayah ibumu, maka sesungguhnya kewajiban kedua orang tuamu terhadap dirimu lebih berat dari itu semua.
Lihat dan ambilah teladan dari seorang bayi serta kasih sayang orang tuanya pada anak itu, dan lihatlah susah payah kedua orang tua dalam memelihara kesehatan anaknya, memberi makan dan minum serta menjaganya siang dan malam, disaat sehat maupun sakit. Sekarang engkau tau, betapa beratnya tanggung jawab orang tuamu dalam mendidik dan membesarkanmu hingga engkau tumbuh dewasa.



Setiap orang tua lebih menyukai bila anaknya dapat mencapai kedudukan (derajat) yang lebih tinggi dan penghormatan yang lebih mulia dari mereka.

Wahai anakku sayang, takutlah engkau membuat kemarahan kedua orang tuamu. Karena sesungguhnya murka orang tuamu adalah murka Alloh juga, dan Barang siapa membuat Alloh murka (karena membuat kemarahan orang tuanya), maka dia akan merugi dunia akhirat.

Wahai anakku sayang, taatilah perintah ayah ibumu, jangan sekali-kali membantahnya, kecuali bila mereka memerintahkanmu untuk ingkar pada Robbmu.

Wahai anakku sayang, sesungguhnya orang yang paling menyayangimu adalah ayah ibumu yang telah mendidik dan memeliharamu sejak kecil sampai engkau tumbuh dewasa, menjadi seorang pelajar dan menuntut ilmu pengetahuan Islam. Karena itu terimalah nasehat dan petuahnya, karena orang tuamu lebih mengetahui sesuatu yang akan engkau hadapi dari pada dirimu sendiri, dan orang tuamu lebih mengetahui sesuatu yang membawa sifat manfaat dan mudlorot atas dirimu. Sesungguhnya Alloh-lah yang menguasai dan memberi petunjuk, pertolongan kemashlatan (kebaikan) dirimu.

Kepada Anakku: Selamatkan Akhlakmu, 3.Hak dan kewajiban terhadap Alloh dan Rasul-Nya
Wahai anakku sayang, sungguhnya Alloh telah menciptakanmu dan menyempurnakan berbagai nikmatnya padamu baik lahir maupun batin. Tidakkah kau sadari, sesungguhnya awal darimu hanyalah setetes air (mani) yang memancar ke rahim ibumu dan atas curahan nikmat serta rahmat Robbmu engkau lahir dari kandungan ibumu sebagai anak manusia yang sempurna. Alloh menganugerahi dirimu dengan lisan sehingga engkau dapat bicara, telinga sehingga dapat mendengar, mata sehingga dapat melihat dan akal sehingga engkau dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Sesuai dengan firman-Nya:
"Dan Alloh telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur". (an Nahl:78).
Hanya Alloh yang telah memberimu berbagai nikmat dan anugerah serta kebaikan dari sisi-Nya dan Dia pula yang berkuasa mencabut kembali segala nikmat, anugerah dan kebaikan itu dari sisimu bila engkau melakukan perbuatan yang menyebabkan murka-Nya.

Wahai anakku sayang, kewajibanmu yang pertama terhadap Alloh Penciptamu yang Maha Luhur dalam segala hal adalah mengetahui sifat-sifat-Nya yang sempurna, dan bersungguh-sunguh dalam taat kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan mematuhi larangan-Nya. Hendaklah engkau yakin dengan teguh dan mantap bahwa kebaikan itu adalah apa yang Alloh pilihkan buatmu, bukan yang kau pilih buatmu sendiri. Jangan mengikuti hawa nafsu mengerjakan sesuatu yang tidak berguna, dan taat pada makhluk, baik mulia ataupun hina (dalam pandanganmu) sehingga menghalangi dirimu untuk taat dan beribadah pada Robbmu.
Mentaati perintah rasul Alloh yang mulia itu wajib atas dirimu seperti engkau mentaati perintah-perintah Alloh yang telah menciptakanmu:
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rasul serta ulil amri (pemimpin) diantaramu". (An Nisa:59).
"Barangsiapa yang taat pada Alloh dan Rasul-Nya, niscaya Alloh akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih". (Al Fath:17).
"Katakanlah, jika kamu mencintai Alloh, maka ikutilah aku (rasul Alloh) niscaya Alloh akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Ali Imran:31).

Wahai anakku sayang, tidak sempurna iman seseorang sebelum cintanya pada Alloh dan Rasul-Nya melebihi kecintaannya terhadap segala sesuatu selain Alloh dan Rasul-Nya.

Kepada Anakku: Selamatkan Akhlakmu, 2.Wasiat bertaqwa pada Alloh
Wahai anakku sayang, sesungguhnya Rabbmu mengetahui apa yang tersimpan dalam hatimu, semua yang diucapkan oleh lisanmu dan melihat seluruh perbuatanmu. Karena itu bertaqwalah pada Alloh Yang Maha Agung.
Wahai anakku sayang, hindarilah olehmu jangan sampai Alloh tidak ridho dengan perbuatanu, yang telah menciptakanmu, memberimu rizki dan akal yang sehat sehingga engkau dapat mengamalkannya dalam hidup dan kehidupan itumurka kepadamu. Bagaimanakah perasaanmu bila engkau berbuat sesuatu yang dilarang oleh orang tuamu, sedangkan orang tuamu melihat perbuatan itu? Hendaklah perbuatanmu terhadap Alloh pun demikian. Karena Alloh selalu memperhatikan segala perbuatanmu, sedangkan engkau tidak melihat-Nya. Jangan sekali-kali engkau mengingkari perintah Alloh dan jangan engkau melakukan sesuatu yang dilarang-Nya.

Wahai anakku sayang, sesungguhnya ancaman dan siksa Robbmu sangat keras dan berat. Karena itu takutlah engkau, takutlah pada murka Robbmu. Jangan sampai sifat Halim (Kebijaksanaan) Alloh membujuk dirimu. "Sesungguhnya Alloh menangguhkan siksa pada orang yang zalim sampai dengan Alloh menyiksanya, sehingga dia tidak dapat lepas dari adzab yang pedih". (Hadits ini "syarif" diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abi Musa Al-Asy'ari dari Nabi saw).

Wahai anakku sayang, sesungguhnya dalam taat pada Alloh itu terdapat kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak dapat dicapai, kecuali dengan berulangkali menghadapi cobaan. Karena itu taatlah pada Robbmu dengan sikap tabah menghadapi cobaan, agar engkau mendapat kenikmatan dalam beribadah dan kebahagiaan dalam taqwa pada Alloh.
Wahai anakku sayang, sungguh pada awalnya akan kau dapati perasaan berat untuk taat pada Alloh. Tabah dan sabarlah dalam menghadapi hal itu, sehinnga ketaatanmu pada Alloh menjadi suatu kebiasaan yang engkau lakukan dengan penuh kesadaran.

Wahai anakku sayang, mawas dirilah ketika engkau berada dibangku sekolah kala engkau belajar membaca dan menulis. Ingatlah! pada hari ini engkau telah mengetahui keutamaan dalam menuntut ilmu dan engkau telah tahu bahwa gurumu adalah orang selalu berusaha bagi kebaikan dirimu.
Wahai anakku sayang, sabarlah dalam taat kepada Alloh seperti kesabaranmu dalam belajar di sekolah. Suatu saat engkau akan mengetahui faedah dari nasehat ini dan akan jelas kau rasakan bila dirimu mendapat pertolongan Alloh untuk melaksanakan nasehat-nasehat gurumu.

Wahai anakku sayang, sesungguhnya taqwa pada Alloh itu mencakup segala hal, tidak hanya Sholat dan puasa (dibulan Ramadhon) dan ibadah-ibadah sejenisnya. Bertaqwalah pada Alloh dalam bergaul dengan teman-temanmu, jangan sampai menyakiti hati mereka. Bertaqwalah pada Alloh dalam menegakkan Dien-mu dan pertahankanlah jangan sampai Dien-mu dikuasai musuh. Jangan menunda-nunda ibadah dikala sehatmu dan jangan hiasai dirimu kecuali dengan Akhlaqul Karimah (Akhlak/sikap pernuatan yang mulia).

bertaqwalah pada Alloh dimanapun engkau berada, ikutilah segera perbuatan jelek (maksiat) dengan perbuatan baik (ibadah), maka ibadah itu akan menghapus dosa dari maksiat.

Kepada Anakku: Selamatkan Akhlakmu, 1.Nasehat guru kepada muridnya
Wahai anakku sayang, semoga Alloh memberimu petunjuk dan pertolongan untuk selalu beramal shalih.
Sesungguhnya bagiku engkau ibarat seorang anak yang berada di sisi ayah yang dicintainya. Aku akan berbahagia bila melihat dirimu berbadan sehat, berpendirian kuat, suci hati berakhlaq mulia, menjaga adab, menjauhi perkataan tercela, lemah-lembut dalam bergaul, menyayangi sesama, menolong fakir, belas kasih terhadap yang lemah, pemaaf, tidak meninggalkan sholat, dan tidak menunda-nunda waktu untuk beribadah kepada Pencipta, Pemilik, Pemelihara, Penguasamu.

Wahai anakku sayang, engkau tidak akan mendapat seorangpun yang lebih mengharapkan kebaikan dirimu sesudah orang tuamu kecuali gurumu.
Wahai anakku sayang, akhlaq yang baik adalah hiasan bagi insan, baik bagi dirinya dalam bergaul dengan teman, keluarga dan sanak saudaranya. Karena itu, jadilah engkau seorang yang memiliki Akhlaqul Karimah, tentu setiap orang akan memuliakan dan menyayangimu.

Wahai anakku sayang, bila engkau tidak menghiasi ilmu dengan akhlaq yang mulia, maka ilmu itu akan lebih membahayakanmu dari pada kebodohanmu. Karena orang yang bodoh dimaafkan karena kebodohannya dan tiada maaf bagi seseorang yang alim (pandai) dihadapan manusia bila tidak menghiasi diri dengan akhlaq yang baik.

Wahai anakku sayang, jangan engkau hanya menanti saran dan kritik dari orang diluar dirimu, sesungguhnya mawas diri itu lebih utama dan lebih besar manfaatnya.

 

WE THANK YOU FOR YOUR VISIT, DON'T UNWILLING TO VISIT RETURN & SHARE INFORMATION, AND DON'T FORGET TO LEAVE MESSAGE OR YOUR COMMENT.